Sejumlah Titik di Kawasan Pasaman Baru Digenangi Banjir -->

Sejumlah Titik di Kawasan Pasaman Baru Digenangi Banjir

Thursday, 12 November 2020

Pasaman Barat (AndalasRayaNews.com) - Sejumlah titik lokasi di kawasan Pasaman Baru Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) selalu tergenang air setiap kali hujan di daerah itu. Selain mengenangi rumah warga, air juga menutupi badan jalan yang ada. Diantaranya lokasinya di Jati dekat Kantor Pekerjaan Umum Penataan Ruang, belakang conter samsung dan sekitar Simpang Pasaman Baru yang kedua lokasi itu yang tidak terlalu jauh dari kantor bupati. Padahal Simpang Pasaman Baru berjarak sekitar 500 meter dan kawasan Jati tergenang air bersebelahan dengan Kantor Dinas PUPR. 

"Benar, setiap hujan rumah kami selalu digenangi air. Tidak ada solusi dari pemerintah nampaknya," kata Riza, salah seorang warga Pasaman Baru di Simpang Empat, Rabu sore (11/11).

Menurut Riza, lokasi genangan air ini tidak jauh dari kantor pemerintahan. Setiap hujan, sejumlah rumah warga terendam banjir sampai kejalanan. 

"Seperti inilah nasib kami. Selalu menikmati banjir dan genangan air setiap hujan turun, genangan air pernah sampai ketinggian pinggang orang dewasa," kata Riza.

Riza berharap pemerintah membuatkan drainase yang layak sebagai pengalir air sehingga tidak terjadi genangan air yang mencapai satu meter. Sementara itu Wakil Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pasaman Barat Idenvi Susanto sangat menyayangkan kondisi banjir dan genangan air dekat kantor pemerintahan. 

"Waktu ke waktu dan setiap hujan masyarakat selalu menikmati banjir. Sangat miris kita melihatnya," kata Riza. 

Riza merasa kasihan masyarakat yang berada di Pasaman Baru. Seolah-olah tidak diperhatikan untuk pembangunan. Selain membuat warga menikmati banjir, genangan air sampai kejalanan juga sangat membahayakan pengendara yang melalui jalan itu. 

"Ini menjadi catatan kita semua, dalam perkotaan saja tidak diperhatikan apalagi daerah yang jauh," tegas Riza.  

Riza juga berharap, ke depannya persoalan ini menjadi perhatian terutama pengambil kebijakan. "Hadirlah di tengah masyarakat dan buatkan drainase kota yang terintegrasi sehingga tidak banjir setiap hujan. Pembenahan kota Simpang Empat harus jelas dan tuntas demi masyarakat." 

Selain itu, Riza juga mengatakan, jika memang ada kewenangan provinsi dalam penanganan drainase tentu tugas Pemkab Pasaman Barat yang melakukan lobi dan koordinasi ke pihak yang berwenang di Pemprov Sumbar. Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Pasaman Barat Febrianto saat dikonfirmasi mengakui setiap hujan terjadi genangan air sampai kerumah warga dan jalan. 

Riza juga menjelaskan, khusus dekat kantor Dinas PUPR merupakan kewenangan Pemkab Pasaman Barat namun selalu terkendala dengan pembebesan lahan ganti rugi untuk dibuatkan drainase yang layak. 

"Sudah berulang kali kita coba dengan melibatkan jorong dan walinagari namun terkendala persoalan harga ganti rugi tanah," kata Riza. 

Untuk sementara pengananan dengan membuat resapan air dilokasi itu. Biasanya air cuma sebentar tergenang dan setelah itu kembali surut. Untuk simpang Pasaman Baru merupakan kewenangan Pemprov Sumbar dan terkendala dengan saluran drainase di jalan negara itu. 

"Itu diperlukan koordinasi tingkat tinggi mau tidak pihak provinsi dibuatkan lobang drainase di jalan yang ada saat ini," kata Riza.

(DI/WIN)