Kabag PEMNAG Pasbar Diduga Lakukan Penyalahgunaan Kendaraan Dinas untuk Kepentingan Pribadi -->

Kabag PEMNAG Pasbar Diduga Lakukan Penyalahgunaan Kendaraan Dinas untuk Kepentingan Pribadi

Friday, 11 December 2020


Pasaman Barat (AndalasRayaNews.com) - Fasilitas mobil yang berplat merah dengan nomor polisi BA 53 S yang diduga penggunaan Kabag PEMNAG Kabupaten Pasaman Barat Jon Wilmar terciduk saat digunakan untuk kepentingan pribadi di Nagari Persiapan Cubadak Barat, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman pada Selasa 8 Desember 2020

Fasilitas kendaraan dinas yang seharusnya digunakan saat berdinas untuk kepentingan kelancaran tugas Pemerintah saat bertugas untuk publik. Tapi kali ini berbanding terbalik dengan yang dilakukan oleh Kabag PEMNAG Kabupaten Pasaman Barat Jon Wilmar tersebut.

Pada hari kerja fasilitas kendaraan dinas tidak berada, di mana Jon Wilmar berdinas tapi digunakan untuk kepentingan secara pribadi. Pasalnya, pada hari Selasa 8 Desember 2020 terciduk di Silang Ampek Nagari Persiapan Cubadak Barat, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman Barat,  yang diduga dibawa untuk transportasi untuk ke kebun oleh salah satu keluarga Jon Wilmar.

Ketika media ini mengikuti dari belakang, arah tujuan mobil dinas Jon Wilmar, namun di pertengahan jalan Silang Ampek menuju Lanai. Mobil tersebut sempat berhenti saat media ini minta konfirmasi dengan pengemudi kendaraan dinas tersebut yang tidak memberi tahu namanya kepada media ini. Hanya saja mobil tersebut satu sopir dan satu perempuan duduk di depannya

Pengemudi kendaraan tersebut membenarkan bahwa mobil yang ia bawa adalah mobil dinas Kabag PEMNAG Pasaman Barat Jon Wilmar.

"Saya disuruh oleh bos untuk mengantarkan minyak/bbm ke kebun," kata sopir itu.

Di lain hal yang disampaikan Jon Wilmar saat dihubungi lewat hp selularnya dengan nomor 081374783XXX,

"Ya, saya sekarang lagi di kantor, memang kendaraan dinas tidak saya bawa dinas hari ini, karena digunakan oleh anak saya membawa minyak solar ke kebun untuk minyak mesin suling seray saya," kata Jon Wilmar.

Pada hari Kamis 10 Desember 2020 media ini menemui Kabid Aset Pasaman Barat Wahyu Widodo, S.Kom di ruang kerjanya untuk konfirmasi tentang penyalahgunaan mobil dinas oleh Jon Wilmar

Wahyu mengatakan, memang secara aturan fasilitas kendaraan dinas tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi. Tapi bila itu dilakukan itu tanggung jawab pengguna mobil dinas itu sendiri, karena SK penggunaan kendaraan tersebut telah ditandatangani pengguna mobil dinas tersebut. 

Sebagai pejabat publik yang memiliki tanggungjawab mendapatkan fasilitas kendaraan dinas operasional, secara normatif Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang standarisasi sarana dan prasarana kerja Pemerintah Daerah Pasal 1 huruf g yang di maksud dengan kendaraan dinas adalah milik Pemerintah yang dipergunakan hanya untuk kepentingan dinas terdiri atas kendaraan perorangan dinas, kendaraan dinas operasional kendaraan dinas jabatan, dan kendaraan dinas 142 kusus/lapangan berdasarkan ketentuan tersebut, maka dapat dipastikan penggunaan mobil dinas selain dari apa yang di tentukan tersebut, maka dapat dikatakan bentuk penyalahgunaan wewenang

Menurut Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Korupsi bukan hanya mengambil uang negara, malahan jauh lebih luas dari sekedar itu, termasuk juga penyalahgunaan fasilitas yang diberikan negara. Oleh karena itu penyalahgunaan mobil dinas bukanlah merupakan delik-delik aduan.

Setiap hari terjadi penyalahgunaan fasilitas mobil dinas dapat ditindak tanpa harus menunggu aduan. Penyalahgunaan mobil dinas dapat memenuhi unsur Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tidak pidana korupsi. 

(Yulisman)