Jelang akhir tahun 2020, Tuanku Bosa XIV Apresiasi 8 Orang Milenial Kreatif Talamau -->

Jelang akhir tahun 2020, Tuanku Bosa XIV Apresiasi 8 Orang Milenial Kreatif Talamau

Saturday, 26 December 2020

 

Tuanku Bosa bersama 8 Milenial Kreatif Talamau

Talu ( Pasaman Barat) Andalas Raya News-- Sabtu (26/12) pagi yang mendung tak menyurutkan banyak langkah menuju Rumah Gadang Koto Dalam Kebuntaran Talu Pasaman Barat. Mulai dari Camat Talamau, perangkat pemerintahan nagari, niniak mamak, bundo kanduang dan lainnya tiba memenuhi ruang lantai dua Rumah Gadang Talu di Kampung Koto Dalam.

Pucuk adat Talu Tuanku Bosa XIV, Dr. Fadlan Maalip, Skm Mengundang setidaknya lebih dari 60 (enam puluh) orang tokoh serta pemuda kreatif Talamau. Dalam sambutannya, Tuanku Bosa XIV Talu mengatakan sangat mengapresiasi pemuda pemudi milenial Talamau yang kreatif, yang telah berkarya di bidang yang digelutinya. Dari pelestari adat-budaya, pegiat literasi, pegiat seni rupa, pemandu wisatabdan sineas Setidaknya ada 8 (delapan) orang pemuda kreatif yang diganjar apresiasi dan penghargaan dari Tuanku Bosa XIV.

Tuanku Bosa menyerahkan piagam.


Aprililia, pegiat seni rupa, merupakan mahasiswi di STKIP PGRI, Joel Pasbar, pegiat literasi dan penulis, Mulya Rezky, pemandu wisata senior, Kamelia Gumanti dan Irvan Riadi, pelestari adat budaya, serta Halga Taqwim, Fauza Abdillah, dan Nurman. 

Adapun piagam penghargaan bidang pelestari adat dan budaya diraih oleh Irfan Riadi dan Nurman. Pelestari seni Minang Kamelia Gumanti dan Fauza Abdillah.

Penghargaan juga diberikan kepada Halga Taqwim seorang mahasiswa jurusan perfilman Sineas Potografi dan film maker, Pemandu Wisata disabet oleh Mulya Reski yang akrab disapa mister Eki.Kebahagiaan juga dirasakan Pegiat literasi Joel Pasbar dan Aprillia.

Pada sambutannya, Tuanku Bosa XIV berpesan dan berharap para penerima penghargaan ini bisa berkolaborasi, berkontribusi serta bekerjasama dalam melestarikan adat dan seni-budaya, serta semakin kreatif hendaknya dalam berkarya.

"Teruslah berkontribusi dalam bidang masing-masing, serta tularkan kreatifitas itu pada generasi seterusnya. Kita butuh orang-orang muda seperti mereka ini," tukas Tuanku Bosa XIV.



Sementara itu Mister Eki Pemandu Wisata juga menyampaikan terimakasih kepada Nyiak Tuanku Bosa XIV atas penghargaan kepada delapan pemuda Talamau ini.

"Sebelumnya teman-teman Mahasiswa asal Talamau yang kebetulan belajar _daring_ di kampung halaman karena situasi pandemi Covid-19. Untuk mengisi waktu luang kita bersama milenial Talu lainnya melaksanakan Pentas seni dan premier SURGA DI PELOSOK NEGERI pada 5 Desember lalu".

"Bersama sanggar Rumah seni Orion, Omah Production, Piladang Sati, Pemuda Tabuah Gadang Saiyo Kampung Kandis menampilkan karya anak nagari Talu dan Sinuruik dalam bentuk film pendek tentang objek wisata yang ada di Talamau dengan judul "Surga Di pelosok Negeri" dikemas dalam pentas seni yang berdurasi 3 jam dan ditayangkan di Gedung Pusako Anak Nagari. Menampilkan 3 film pendek, Tari tradisional, Band Perkusi dan tari kontemporer. Pada saat itu juga disaksikan oleh nyiak Tuanku Bosa, Alhamdulillah diberi penghargaan. Terimakasih," ujar Mister Eki pada media ini. 

Irvan Riadi Putra juga menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas penghargaan yang langsung diseragkan oleh YM Tuanku Bosa XIV ini sebagai motivasi untuk melanjutkan upaya dalam pelestarian adat dan budaya Minangkabau, khusus nya _adaik salingka nagari, Adaik mangkuto Alam pucuak adaik nagari Tinggam_ . "Ini merupakan penghargaan untuk anak nagari Tinggam bersama pemuda dan pemudi _manjapuik warih bajawek pusako batolong_ ," pungkasnya.

Pegiat Seni Rupa, Aprililia yang intens di bidang seni lukis aliran ekspresionis berharap kedepannya semoga akan lebih banyak lagi apresiasi yang didapatkan generasi milenial yang berprestasi sehingga terlahir talenta hebat yang membanggakan nagari terutama Talu, Sinuruik dan Kajai.

"Semoga akan terlahir juga masyarakat yang mencintai seni.Generasi milenial lebih kreatif lagi. kita coba memasyarakatkan seni dengan program " _Art Therapy_ " bersama tim Dangau Studio di Padang. Adapun _art therapy_ sendiri bergerak untuk mengembalikan konsep seni kepada dasarnya yaitu kebebasan berekspresi," ungkap Aprililia yang akrab disapa Lili.

Senada dengan itu, penulis Joel Pasbar yang bermukim fi Simpang Timbo Abu Nagari Kajai juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Nyiak Tuanku Bosa Talu yang sudah memberikan perhatian khusus kepada pegiat literasi. "Semoga Buku "Menapak Mimpi", "Filosofi Secangkir Kopi", "Halalkan Hati yang Kau Curi" tetap laris dan suatu ketika terpajang di toko buku sekelas Gramedia," harap Joel Pasbar.[]


(Dilaporkan oleh Denni Meilizon dan Dodi Ifanda)