Sisi lain Pantai Carocok: Objek Wisata Pessel yang Sedang Berbenah -->

Sisi lain Pantai Carocok: Objek Wisata Pessel yang Sedang Berbenah

Thursday, 31 December 2020

 

Objek wisata Carocok Pessel.

ARN, Pessel - SEBAGAI manusia yang butuh refresing, saya pernah ikut secara tidak sengaja dalam kerumunan penikmat keindahan Pantai Carocok.   

Meski dalam masa pandemi, minat wisatawan tidaklah surut untuk mengunjungi salah satu objek wisata ternama di pessel ini.

Pantas saja, pemerintah Pessel terus melakukan pembangunan, seperti menghiasi panggung, menambah ornamen, dan mendirikan masjid di atas laut yang masih dalam tahap pembangunan. 

Tempat pertama kali yang saya tuju untuk menikmati pemandangan teluk Painan secara jelas adalah ke atas panggung. Karena posisinya yang tinggi dan langsung menghadap ke teluk. Tapi sayang sekali, belum sempat saya menikmati pemandangan teluk painan. Sampah-sampah plastik bungkus makanan dan orang yang sedang makan lebih dulu menyapa mata saya. 

Salah satu sudut pantai Carocok.


Saya yang awalnya hanya ingin menikmati pemandangan seketika berubah haluan. Saya putar pandangan ke segalah arah, hanya ada satu tempat sampah di samping panggung. Sedangkan pengunjung yang datang bertambah banyak, makanannya banyak pula, sampah tentunya akan semakin berserak. Tidak ada satu pun papan informasi pengumuman larangan membuang sampah sembarangan yang saya lihat. 

Karena sudah tidak nyaman, saya bergerak ke bibir pantai. Di sana, banyak pengunjung yang mengabadikan keindahan teluk painan atau secara simbolis melambangkan bahwa mereka sedang berada di Pantai Carocok Painan. 

Saya alihkan pandangan menuju tulisan 'PANTAI CAROCOK' yang dibentuk setinggi ± 3m. Lagi-lagi saya mendapati pemandangan sampah yang berserakan yang terselip di antara huruf-huruf besar itu. 

Berbagai latar pemandangan pantai Carocok


Saya putar penglihatan 360°, memang naas. Ternyata tidak ada tempat pembuangan sampah terdekat, sehingga kalau pengunjung mau buang sampah, ia harus jalan ke arah barat atau timur sejauh ±250 meter. Ya, pastinya pengunjung merasa malas kalau harus bergerak sejauh itu hanya untuk membuang sampah.

Andai saja di setiap 20-30 meter di sediakan tempat pembuangan sampah, tentu kejadian ini tidak berlanjut, atau setidaknya bisa diminimalisir dampak sampah yang justru akan merugikan pemkab itu sendiri sebagai pihak pengelola.

Pemerintah perlu memperhatikan secara serius terkait pengelolaan pariwisata agar segala yang telah dibangun dengan anggaran besar tidak menjadi oleh-oleh mngecewakan bagi pengunjung. Salah satunya dengan betul-betul mengaktifkan perda yang mengikat, baik pengunjung maupun untuk pedagang. 

Selain itu, perlunya bak sampah yang jaraknya tidak begitu jauh, papan himbauan agar tidak membuang sampah sembarangan juga tentunya masih menjadi solusi sebagai wadah sosialisasi untuk menjaga kebersihan lingkungan. 

Selain itu, agar ruang rekreasi ini tetap nampak segar, harus ada juga semacam petunjuk atau peringatan agar pengunjung tidak sembarangan duduk menggelar tikar di area taman, hal ini berguna agar lokasi wisata tetap terlihat asri. 

Kemudian, panggung yang begitu besar dan megah agar tidak lagi dijadikan tempat makan keluarga oleh pengunjung lalu sampahnya ditinggalkan begitu saja, ada baiknya pihak pemda menghidupkan fungsi panggung sebagai tempat hiburan yang beraromakan seni tradisi dan budaya lokal khas Pesisir Selatan. Karena, selain pemandangan, masyarakat luar Pesisir Selatan tentunya akan lebih sangat terhibur dengan adanya pagelaran-pagelaran kesenian setiap akhir pekan. 

Sejatinya, lokasi rekreasi wisata keluarga menghadirkan ruang kenyamanan setelah selama sepekan masyarakat disibukkan dengan aktivitas rutin yang melelahkan, tentu juga pihak pemerintah butuh hiburan. Alangkah baiknya jika mereka berkumpul bersama di satu titik yang bernama Pantai Carocok, Pantai Keluarga. []


Dilaporkan oleh : Sulthan/Bima (Pesisir Selatan)