Kesejahteraan Sosial FISIP USU Berpartisipasi Memberikan Edukasi Kesehatan Mental, bagi Pasien di Poli Psikologi Bireuen -->

Kesejahteraan Sosial FISIP USU Berpartisipasi Memberikan Edukasi Kesehatan Mental, bagi Pasien di Poli Psikologi Bireuen

Friday, 15 January 2021


Penulis :Raiyan Melvandro (170902076) 

Supervisor Sekolah Dr. Bengkel, M.Si

Bireuen-, Setiap dari kita pasti menginginkan tubuh atau fisik yang sehat agar dapat menunjang produktivitas yang lebih baik, terhindar dari berbagai penyakit, memperpanjang usia, dan hidup menjadi lebih teratur. Namun dibalik itu kesehatan mental juga harus diperhatikan. Kesehatan mental merupakan kondisi jiwa seseorang yang dapat mengelola emosional dan psikologisnya dengan baik.

Mahasiswa FISIP USU, bersama Polwan


Atas dasar ini Raiyan Melvandro seorang mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU Medan yang didampingi Supervisor Sekolah oleh Dr. Bengkel, M.Si melakukan Praktek Kerja Lapangan mandiri  di Unit Pelayanan Kesehatan Jiwa dan Psikologi (UPIP) RSUD dr Fauziah Bireuen, Aceh.  Kegiatan Praktek Kerja lapangan berupa membantu psikolog dalam memberikan edukasi kesehatan mental baik bagi pasien maupun keluarganya serta memberikan pelatihan komputer bagi tenaga kerja yang berada di UPIP, lama kegiatan PKL selama satu bulan.

“Setelah saya Melakukan observasi dan pengumpulan informasi, sangat disayangkan masih banyak orang di Kota Bireuen yang tidak tahu mengenai kesehatan mental sehingga tidak dapat melakukan penanganan pertama ketika mentalnya terganggu. Masyarakat pada umumnya menganggap bahwa stress, depresi, dan trauma dilakukan dengan beribadah yang diharapkan sembuh dengan sendirinya. Untuk permasalahan mental kita tidak bisa menyelesaikannya sendiri, maka dari itu   perlu dibantu dengan psikolog professional.  Konsultasi dengan psikolog dapat membantu mengatasi keluhan dan masalah yang sedang dihadapi seperti keluhan yang berkaitan dengan emosi, perilaku, dan perasaan.” Ujarnya.

Praktek Psikologi.


Dalam mengumpulkan informasi ia menggunakan metode  Focus Group Discussion (FGD) yang mana metode ini sangat efektif karena ada beberapa orang yang akan berdiskusi secara terarah mengenai topik tertentu sehingga dapat mengumpulkan informasi baik masalah hingga solusi dapat dikumpulkan.

Adapula tahap-tahap Praktek Kerja Lapangan yang dilakukan oleh Raiyan Melvandro Melakukan pendekatan pada Poli Psikologi  RSUD dr Fauziah Bireuen dalam rangka melakukan permintaan izin untuk melakukan Praktek Kerja Lapangan di Poli tersebut. 

Melakukan Assesmen pada psikolog dimana bertujuan untuk mengumpulkan informasi dan tak lupa juga dari pasien maupun keluarga pasien.  Informasi ini yang akan menjadi cikal bakal program apa yang akan dijalankan di Poli Tersebut. Sembari melakukan assesmen juga melakukan observasi pada lingkungan Poli Psikologi. Berdasarkan inisiatif, Raiyan Melvandro melakukan survei dengan metode kualitatif yang dilakukan Raiyan Melvandro dari sampel masyarakat Kabupaten Bireuen 8 dari 10 orang tidak mengetahui bahwa dirinya sedang mengalami gangguan mental yang mana 8 orang tersebut mengalami gejala stress, depresi ringan,  kecemasan, tidak percaya diri, dan tidak tau ada pelayanan psikologi di Kabupaten Bireuen. Sehingga pada tahun 2015 lalu, orang yang mengalami gangguan jiwa di Kabupaten Bireuen mencapai 9.362 jiwa, hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran dan edukasi mengenai kesehatan mental pada masyarakat sehingga tidak ada penanganan kesehatan mental pada awal gejala gangguan mental, setidaknya dengan adanya penanganan awal gejala oleh psikolog, maka sakit yang dialami dapat diminimalisir.

Penyusunan Program, setelah menyerap informasi dan data dari psikolog dan pasien/keluarga pasien maka dibuat program yaitu Edukasi Kesehatan Mental bagi keluarga pasien dan pelatihan komputer bagi tenaga kerja yang ada di Poli Psikologi.

Melaksanakan intervensi/program edukasi komputer bagi tenaga kerja di Poli Psikologi berupa pelatihan pengenalan penggunaan Google Dokumen, Google Drive, dan fungsi-fungsi perangkat yang ada di komputer. Kemudian memberikan edukasi mengenai kesehatan mental bagi diri.

Setelah program dilakukan selama satu bulan maka dilakukan evaluasi yang mana hasilnya jika dikomparasikan dengan satu bulan sebelumnya maka  dapat disimpulkan adanya peningkatan kualitas tenaga kerja dalam memaksimalkan penggunaan komputer, sedangkan edukasi kesehatan mental pada pasien, meningkatnya kesadaran dikarenakan setiap minggu ia selalu kembali konsultasi untuk evaluasi gangguan tidak percaya diri.

Setelah dilihat program tersebut berjalan dengan baik dan berhasil maka tahap terakhir ialah melakukan Terminasi  dimana sebagai bentuk rasa syukur dan terimakasih kami menggelar pemberian bantuan sembako kepada petugas kebersihan yang sangat membutuhkan yang bekerja di UPIP serta membagi masker kepada Polwan yang sedang menjaga ibadah sholat jumat di salah satu masjid di Kota Bireuen .