Produk Kreatif Masyarakat : Penunjang Ekonomi di masa Pandemi dan Pendukung Wisata Daerah Pessel -->

Produk Kreatif Masyarakat : Penunjang Ekonomi di masa Pandemi dan Pendukung Wisata Daerah Pessel

Sunday, 17 January 2021


ARN Pessel-- Pandemi belum tentu kapan akan berakhir, sementara hidup terus berjalan. Hitung-hitung berdiam diri di rumah, ada baiknya mengerjakan sesuatu yang bermanfaat untuk dilakukan. Salah satunya adalah menghasilkan produk kreatif.

"Mengerjakan ini hanya dalam waktu senggang saja, menjadikan topi atau tas tenteng dengan bahan limbah sampah plastik. Harapan saya hanyalah agar produk ini nantinya bisa membantu perekonomian keluarga dan kalau bisa produk ini bisa menjadi souvenir bagi pengunjung wisata ke Pesisir Selatan." tutur Murni (42) sambil merajut sampah plastik dengan tali rafia bersama beberapa anak asuhnya.

Masyarakat sedang membuat produk kreatif.


Terlihat beberapa anak muda antusias belajar memperhatikan cara membuat topi dan tas di rumahnya pasar Lagan, kecamatan Linggo Sari Baganti, Pesisir Selatan.

Ibu Murni ini termasuk salah satu masyarakat yang kreatif, bermula dari kemirisannya dalam melihat banyaknya sampah plastik, sehingga berinisiatif untuk mengolahnya menjadi produk bernilai jual dan mengajarkannya juga ke siapa saja yang mau belajar di rumahnya tanpa dipungut biaya.

Produk kreatif masyarakat Pessel.


Dilihat dari bentuk, bahan, cara pengolahannya dan kualitas, produk kreatif masyarakat ini sangat pantas masuk ke pasar-pasar, agar menjadi oleh-oleh bagi pengunjung wisata. Selain bahannya sangat mudah didapat, produk ini memang diciptakan dengan olahan kreatif tangan masyarakat daerah setempat.

Selain itu, penunjang kepariwisataan juga tentunya didukung dengan kuliner yang khas, seperti rendang lokan atau gulai pisang mudo yang memang menjadi kekhasan daerah tepi pantai.

"Harapana saya tentu produk kreatif masyarakat bisa mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Saat ini di rumah sudah ada beberapa tas dan topi yang sudah jadi." tutup Murni.

Dilaporkan oleh: Sulthan