PT. Incasi Raya Sembunyi dari Demo Warga dan Pemkab Pessel Tutup Mata -->

PT. Incasi Raya Sembunyi dari Demo Warga dan Pemkab Pessel Tutup Mata

Tuesday, 9 February 2021


ARN Pessel-- Konflik lahan antara PT. Incasi Raya dan warga Inderapura dan Muaro Sakai terus berlanjut (9/2) setelah aksi mereka pada tahun lalu yang dijanjikan oleh DPRD dan pemkab Pessel tidak terealisasi. 

Kekecewaan ini melahirkan 17 tuntutan yang wajib dipenuhi oleh pihak perusahaan. Warga menduga, pemkab hingga pemerintahan kenagarian terlibat deal-deal bersama pihak perusahaan.

Aksi Demo warga di PT.Incasi Raya


Kecurigaan ini diawali dari tidak adanya kejelasan dari beberapa tuntutan mereka, seperti kelebihan lahan yang dirampas perusahaan dan dana CSR.

"Pemuda tidak pernah ada mendapat bantuan sekali pun dari dana CSR. Dicurigai, pihak kenagarian sudah lebih berpihak kepada perusahaan dari pada kepada masyarakatnya sendiri yang sudah dirampas oleh perusahaan". Ungkap Ujang Bulu, ketua pemuda nagari Tluk Kualo.

Di lain sisi, masyarakat yang merasa tidak nyaman dengan kerusakan jalan selama perusahaan mulai beroperasi sekita lebih kurang 15 tahun pun mulai gerah.

Koordinator aksi damai di lapangan Lucky Andrisko mejelaskan. Jalan pemerintah ini sudah hancur akibat dilalui ileh mobil CPO milik perusahaan dan tidak ada perbaikan sama sekali. Sehinga apabila hujan terjadi, jalan tergenang dan licin atau apabila cuaca panas begini, warga akan diselimuti debu.

"Sebelumnya pernah ada aksi dan akan dimediasi polres Pessel dan DPRD Pessel pada tahun lalu, bahkan DPRD Pessel pernah akan membentuk pansus namun belum ada jawaban yang kami dapatkan. Ungkap koordinator aksi.

Senada dengan ketua pemuda sebelumnya, Yoni selaku ketua panitia penggalangan dana untuk membantu rumah warga yang mengalami kebakaran pada Desember lalu menjelaskan. Seharusnya ada bantuan dari pihak perusahaan untuk membantu warga. Namun hingga rumah warga yang mengalami musibah berdiri kembali, tidak ada sepersen pun batuan datang.

"Ini yang menjadi kami selaku warga merasa ditipu dengan kehadiran perusahaan di kampung kami". Ungkap Yoni.Dalam tuntutan warga, mereka belum akan membuka blokir jalan sebelum 17 tuntutan mereka terpenuhi.

Dilaporkan oleh: Sulthan