Miris! Janda Beranak Tiga Tempati Rumah Tak Layak Huni, Butuh Bantuan Bedah Rumah -->

Miris! Janda Beranak Tiga Tempati Rumah Tak Layak Huni, Butuh Bantuan Bedah Rumah

Saturday, 13 March 2021


Simpang Ampek, ARN - Kisah miris warga duafa Pasaman Barat kali ini kita terima dari relawan KINALI PEDULI. Rika Susanti (30 tahun, Janda 3 anak), hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Keluarga ini tinggal di rumah papan beratapkan rumbia yang sudah banyak bocornya. Bila hujan turun, dalam rumah penuh dengan genangan air, sehingga mereka susah tidur.

Pantauan ARN, kondisi fisik Rika pun tidak sempurna lagi, dimana sebelah matanya sudah buta akibat suatu insiden; tertusuk lidi sosis oleh anak bungsunya yang sedang rewel dalam gendongannya, pada suatu pesta 3 tahun yang lalu. Menurut keterangan yang diperoleh, dalam kondisi demikian, suaminya malah meninggalkannya begitu saja dan kabarnya sudah menikah lagi dengan perempuan lain, tanpa mempedulikan nafkah anak-anaknya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya dengan tiga anaknya, dulunya Rika berjualan kerupuk sanjai di depan rumahnya.  Namun jualannya kadang laku kadang tidak. Bahkan kadang dalam sehari tidak ada yang terjual. Akhirnya dicoba pula pindah berjualan dekat jembatan ikan larangan Silambau, berharap dekat ikan larangan tersebut banyak orang yang belanja. 
Jika jualannya laku terjual, disamping untuk belanja kebutuhan hidup bersama anak-anaknya, Rika berharap bisa pula membayar hutangnya. Tapi jangankan akan membayar hutang, untuk makan dan belanja sehari-hari saja susah. Tiap hari dia selalu menangis, karena tidak mampu memenuhi kebutuhan anak pertama dan kedua yang sudah sekolah. Sedangkan anak ketiga baru berumur 4 tahun.

Ibu dan anak-anaknya ini sering keluar masuk rumahsakit. Kadang anaknya yang sakit, kadang matanya yang sakit akibat sering menangis. Anaknya yang pertama sering masuk rumahsakit dan dirawat karena maag yang kronis. Mungkin akibat makan yang tidak teratur, kadang makan kadang tidak. Kalau tidak ada uang sama sekali dan beras juga habis, mereka sekeluarga tidak makan. 

"Realita yang mengenaskan ini ternyata benar-benar ada di negeri kita yang kaya ini. Merasa berdosa rasanya jika kondisi warga duafa ini tidak segera kita atasi bersama," tutur Daniel Anggara, Relawan KINALI PEDULI kepada ARN. 
Melalui media ini dihimbau dan diajak kepada para dermawan yang ingin ikut berkontribusi dalam Gerakan Sosial Kemanusiaan ini guna membantu keluarga kurang mampu tersebut, mari salurkan infaknya melalui rekening MRPB PEDULI di BRI, No. Rekening 0615-01-008410-53-1.

Semoga berita ini juga sampai ke Pemkab Pasaman Barat cq Dinas Sosial, Dinas Perumahan dan Pemukiman, Baznas Pasaman Barat, dan para Wakil Rakyat, anggota DPRD Pasaman Barat yang terhormat. []/Rel