Untuk Antisipasi Banjir, Warga Rao-Rao Ranah Batahan Ajukan Proposal Normalisasi Sungai Kepada Pemkab Pasbar -->

Untuk Antisipasi Banjir, Warga Rao-Rao Ranah Batahan Ajukan Proposal Normalisasi Sungai Kepada Pemkab Pasbar

Monday, 15 March 2021


Ranah Batahan, ARN - Anak Sungai "Aek Duampan" yang melewati pinggiran Jorong Rao-Rao Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat baru -baru ini kembali meluap ke lokasi perumahan masyarakat tepatnya hari Jum'at (12/3-2021) yang lalu.

Anak sungai ini memanjang melewati  pemukiman masyarakat sekitar 300 meter. Jika cuaca baik anak sungai ini tampak jernih tapi jika curah hujan seperti beberapa hari terakhir yang intensitasnya cukup tinggi sudah bisa dipastikan akan terjadi banjir. Besarnya banjir tergantung curah hujan yang datang. Seperti beberapa hari terakhir masyarakat Jorong Rao-Rao mulai khawatir karena hampir setiap sore hujan turun dengan intensitas tinggi.

Setelah kejadian banjir pada Jum'at (12/3) yang lalu, masyarakat beserta tokoh-tokoh masyarakat Rao-Rao Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat berinisiatif mengajukan proposal Normalisasi Anak Sungai Aek Duampan beserta drainase-nya kepada Bupati Pasaman Barat H.Hamsuardi,S.Ag yang baru saja dilantik beberapa pekan yang lalu.

"Sekiranya nanti, harapan kami yang akan diajukan besok ke kabupaten dapat di terima sehingga Aek Duampan ini di Normalisasi, kami merasa bersyukur sekali karena kedepan bisa meminimalisir datangnya  banjir. Jika nanti hujan deras turun kami sudah tidak khawatir lagi jika sudah di keruk," ungkap Taon salah seorang tokoh masyarakat Jorong Rao-Rao yang kebetulan rumahnya di dekat aliran anak sungai Aek Duampan.

"Rencana besok sore kita sudah bisa langsung berikan pesan dan harapan masyarakat Rao-Rao ini kepada Bapak Bupati secara langsung dan juga bisa dipertimbangkan dan terealisasi nantinya," tutup salah seorang tokoh masyarakat yang akan membawa surat dalam bentuk proposal yang malam ini sudah di tanda tangani puluhan warga masyarakat Jorong Rao-Rao. Rncananya besok Selasa (16/3) dibawa langsung ke Simpang Ampek ibukota kabupaten Pasaman Barat.[]

(Dilaporkan oleh Novis Satria)