Berikut ini Sembilan Wilayah Blank Spot di Pasaman Barat Bakal Dibangun Tower Pemancar Telekomunikasi -->

Berikut ini Sembilan Wilayah Blank Spot di Pasaman Barat Bakal Dibangun Tower Pemancar Telekomunikasi

Saturday, 10 April 2021

Simpang Ampek, (andalasrayanews.com) - Kebutuhan akan sinyal dalam komunikasi memang sangat penting, utamanya bagi mereka yang membutuhkan mobilitas tinggi. Namun, ketika Anda melakukan komunikasi, baik melalui telepon, pesan singkat, hingga menggunakan jaringan internet, tiba-tiba terputus begitu saja, barangkali Anda mengira pulsa atau paket data internet sudah habis. Namun, ternyata pulsa ataupun paket data masih mencukupi hanya saja tidak dapat digunakan, tentu ada faktor penyebab lain. Faktor tersebut bisa saja karena terjadi kendala pada jaringan seperti gangguan ketika cuaca buruk dan sebagainya. Atau bisa jadi karena Anda sedang berada di wilayah blank spot!

Wilayah Kabupaten Pasaman Barat masih masih menyisakan 28 titik blank spot yang tersebar di beberapa wilayah. Dari jumlah tersebut, 9 titik bakal dibangunkan pemancar telekomunikasi. Hal ini disampaikan dalam rapat Pemerintah Daerah Pasaman Barat yang diakomodir oleh Dinas Komunikasi dan Informasi, Dinas Perizinan Terpadu dan Pelayanan Satu Pintu serta beberapa orang Camat, yang dihadiri  PT Tower dan Bersama Grup di Balkon Kantor Bupati, Jumat (9/4). 

Rapat khusus tersebut membahas rencana pembangunan pemancar telekomunikasi di wilayah blank spot yang ada di Pasbar.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pasaman Barat Edy Murdani menjelaskan bahwa terdapat beberapa wilayah yang berpotensi untuk dibangun pemancar telekomunikasi yakni Jorong Pengambiran, Jorong Pondok, Rantau Panjang, Mudik Simpang, Pulau Panjang, Durian Tibarau, Tamiang Ampalu, Batang Gunung, Koto Sawah, Ranah Panantian. 

"Dari 28 titik blank spot di Pasbar, saat ini hanya 9 wilayah yang berpotensi untuk dibangun. Tentunya hal ini menjadi perhatian kita semua, semoga ini bisa kita wujudkan," terang Edy Murdani.

Sementara itu, Kepala Dinas Perizinan Terpadu dan Pelayanan Satu Pintu Fadlus Sabi, menyampaikan jika apa yang disampaikan oleh Diskominfo tentang wilayah blank spot memang benar. 

 "Kami siap untuk mendukung dengan memberikan izin usaha bagi perusahaan yang akan membuka usaha di Pasbar dengan peraturan dari pusat," sambut Fadlus Sabi.

Camat Kinali Bakaruddin, dalam kesempatan tersebut menyampaikan siap mendukung pemerintah daerah untuk menuntaskan daerah blank spot khusus di daerah Kinali, karena di daerah tersebut masih terdapat beberapa daerah berstatus tersebut yaitu Katiagan dan Mandiangin.

"Kami siap mendukung program penuntasan daerah blank spot khususnya Kinali dengan kerjasama Kecamatan, Pemerintah Daerah serta Pihak Ketiga yang akan membantu Pasbar menuntaskan persoalan daerah blank spot serta untuk urusan tanah akan kami selesaikan," kata Bakaruddin optimis.

Begitu juga dengan Camat Gunung Tuleh Randy Hendrawan siap mendukung pengentasan wilayah blank spot di wilayah kerjanya, agar bisa terhubung dengan jaringan telekomunikasi.

"Ada beberapa titik yang menjadi permasalahan blank spot di Nagari Rabi Jonggor. Harapan kita semua semoga titik blank spot yang ada agar bisa segera dibangun tower untuk mendapatkan sinyal, karena wilayah Gunung Tuleh ini rawan dengan bencana sehingga sangat membutuhkan sinyal jaringan telekomunikasi guna mendapatkan informasi lebih cepat," ujar Randy Hendrawan.

Dilansir dari laman situs blog.lintasarta.net, blank spot sendiri adalah kondisi di mana suatu tempat tidak tersentuh atau ter-cover sinyal komunikasi. Baik untuk komunikasi analog seperti jaringan telepon atau komunikasi digital seperti jaringan internet. Bila suatu tempat terjadi blank spot, maka akan sulit terjadi komunikasi dua arah. Adanya blank spot tentu akan sangat merugikan berbagai pihak. Bukan hanya kerugian materi saja, tetapi juga bisa saja kehilangan data-data penting.[]

DM/Rel