Kemendikbud Dukung Temu Penyair Asia Tenggara 2 di Padang Panjang -->

Kemendikbud Dukung Temu Penyair Asia Tenggara 2 di Padang Panjang

Sunday, 4 April 2021



Jakarta, ARN – Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberi dukungan diselenggarakannya perhelatan Temu Penyair Asia Tenggara 2 (TPAT 2) di Kota Padang Panjang pada November 2021 mendatang.
 
Dukungan itu disampaikan Dirjen Kebudayaan diwakili Sesditjen, Drs. Fitra Arda, M.Hum, ketika menerima kunjungan audiensi Walikota, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano bersama rombongan, Selasa, 30 Maret 2021 lalu, di Gedung E, Lantai 10, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI, Jl. Jend. Sudirman, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta.

Mulanya rombongan akan disambut Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid. Namun pada hari yang sama, dirjen mendapat tugas khusus dari menteri pendidikan untuk kegiatan lainnya.

Namun demikian, Sesditjen Fitra Arda menyampaikan, pihaknya memberi apresiasi atas upaya pemko proaktif menyiapkan program-program kota, khususnya yang terkait pelibatan masyarakat serta pemajuan kebudayaan lokal.

Dijelaskan Fitra Arda, Ditjen Kebudayaan saat ini memiliki beberapa program yang dapat dikolaborasikan. Di antaranya pengelolaan dan pemanfaatan cagar budaya nasional dan warisan budaya takbenda, jalur rempah, desa pemajuan kebudayaan, kanal budaya, kelembagaan pekan kebudayaan nasional, repatriasi cagar budaya dan warisan budaya takbenda, gerakan seniman masuk sekolah (GSMS), film, musik dan media.
“Dari semua program itu, pada Temu Penyair Asia Tenggara 2 yang sedang disiapkan Padang Panjang, penguatan kontennya bisa dipadukan dengan program-program kami,” ujar Fitra Arda.

Wako Fadly menyampaikan terima kasih atas sambutan Ditjen Kebudayaan dan menyatakan siap diberi arahan terkait penguatan program, terutama pengembangan produk-produk kebudayaan serta kegiatan kebudayaan di Padang Panjang.

Pada kesempatan itu, Fadly juga menyampaikan perkembangan kekinian Padang Panjang, mulai dari kegiatan literasi, sastra dan budaya, pendidikan, hingga pariwisata yang pengembangannya sedang menjadi perhatian pemerintah kota.

Diusulkan juga kesiapan Padang Panjang memiliki Museum Kereta Api dengan memanfaatkan situs stasiun bersejarah di Silaiang Atas, penguatan PDIKM, Desa Wisata Kubu Gadang, Desa Budaya Sigando, serta kesiapan menjalankan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS).

Menyambut itu, Ditjen berjanji akan membantu program-program yang diusulkan. Pertemuan dilanjutkan antara tim teknis walikota dengan tim Biro Perencanaan Sesditjen Kebudayaan untuk pendalaman dan penyesuaian, termasuk membahas TOR TPAT 2 yang diminta untuk memasukkan konten-konten kebudayaan.

Selain walikota, audiensi itu dihadiri Kadis Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Drs. Maiharman, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Drs. M. Ali Tabrani, M.Pd, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan, Alvi Sena, S.T, M.T, Anggota Tim Percepatan Pembangunan Kota, Haris Satria, S.Sn, M.Sn, Ilham Aldelano Azre, S.IP, MA dan Koordinator Forum Pegiat Literasi yang juga Tim Pengarah Kegiatan TPAT 2, Muhammad Subhan, S.Sos.I.[]