Masjid Yang Berusia Seratus Tahun Lebih itu, Baru Kedua Kalinya Dikunjungi Pemkab Selama Pasaman Barat Berdiri -->

Masjid Yang Berusia Seratus Tahun Lebih itu, Baru Kedua Kalinya Dikunjungi Pemkab Selama Pasaman Barat Berdiri

Thursday, 22 April 2021




PASAMAN BARAT,(andalasrayanews.com)-Masih dalam agenda safari ramadan 1442 hijriah,Bupati Pasaman Barat Hamsuardi yang juga didampingi Ketua TP. PKK Pasaman Barat Ny.Titi Hamsuardi datang mengunjungi masjid yang berusia 100 tahun lebih.Masjid tersebut adalah 

Masjid Mimba Gadang Daulat yang dipertuan Parit Batu yang berada di Jorong Simpang Empat Nagari Lingkuang Aua Kecamatan Pasaman,Kamis (21/4/2021) malam.


Kepala Kantor Kementrian Agama Pasaman Barat M.Nur,kepala Bank Nagari Simpang Empat Hendri Masri diwakili Kepala Badan Perencanaan, Joni Hendri, Kepala DPMp2T, Fadlus Sabi, Kepala Dinas Kominfo, Edy Murdani, Kepala DPKB P2TP2A, Kabag Kesra, Hendrizal, Camat Pasaman, Ayub Pramudia, Pj.Wali Nagari Lingkuang Aua serta kepala Jorong dan masyarakat setempat turut menghadiri dalam kegiatan kunjungan safari ramadan tersebut.


"Kunjungan safari ramadan ini adalah dalam rangka menjalin silaturahmi pemerintah daerah dengan masyarakat,terkhusus dengan jemaah di masjid yang sangat bersejarah bagi kerajaan Daulat yang dipertuan Parit Batu ini,"ungkap Bupati Hamsuardi.


"Secara pribadi saya sudah sering melaksanakan ibadah salat di masjid ini, namun malam ini saya hadir bersama segenap tim yang ada," katanya lagi.


"Kami bersama wakil bupati,baru saja selama 56 hari usai dilantik.Melihat banyaknya harapan masyarakat terkait pembangunan yang harus segera diwujudkan,terlebih jabatan bupati efektif hanya berkisar 3 tahun,oleh sebab itu, pembangunan harus dilaksanakan dengan ekstra cepat,"lanjut Bupati menerangkan.


"Walaupun bukan lagi masuk kategori daerah tertinggal, akan tetapi kita masih tertinggal 1 Tryliun pembangunan dari daerah lain di Sumbar," ujarnya lagi.


Hamsuardi mengatakan, setiap pelaksanaan rapat koordinasi di tingkat provinsi hampir tidak ada lagi usulan pembangunan jalan, jembatan dan lain sebagainya dari daerah lain.Akan tetapi, yang lain telah fokus kepada peningkatan perekonomian masyarakat.



"Di daerah lain orang sudah berfokus pada peningkatan ekonomi. Tidak lagi berkutat soal jalan dan jembatan. Oleh sebab itu, dalam waktu yang sangat singkat, pembangunan harus kita kejar. Dalam jangka waktu 3 tahun kita berharap semuanya dapat tercapai"harap Bupati.


Untuk mengupayakan hal tersebut serta mengejar berbagai ketertinggalan di sektor pembangunan fisik Bupati meminta agar masyarakat Pasaman Barat dapat sekiranya mewujudkan semua ini dengan cara terus mendukung Pemerintah Daerah.


"Tentunya,dukungan dari seluruh masyarakat dalam mengupayakan hal tersebut sangat di harapkan.Bila mana ada pembangunan yang menyebabkan tanahnya harus diganti rugi, mohon kiranya dapat bekerjasama dengan baik. Kita tidak boleh berorientasi pada nilai tukar harga tanah saja.Jika terus begitu tentu persoalan pembangunan ini tidak akan selesai,"sebutnya.


"Tokoh masyarakat, niniak mamak, wali nagari saya imbau untuk terus berlari kencang dalam membangun.Membangun itu adalah kerja siang dan malam.Itu yang sudah saya rasakan pada hari ke 56 saya menjabat,"papar Hamsuardi sembari mengajak seluruh pemangku kepentingan, agar senantiasa mengambil langkah cepat dalam percepatan pembangunan.


"Terima kasih atas kehadiran bupati beserta rombongan di masjid yang sangat bersejarah bagi kerajaan Daulat Parit Batu ini.Ini kunjungan kali kedua, bagi kami ini adalah bentuk perhatian bagi masjid yang merupakan pusat peribadatan umat muslim di kecamatan Pasaman dari dahulunya,"ucap pengurus masjid Mimba Gadang Daulat Parit Batu saat menyampaikan ucapan terima atas kehadiran bupati bersama tim.


Menurut Pengurus masjid Kunjungan tersebut merupakan kunjungan kedua yang diterima dari pemerintah daerah selama Pasaman Barat berdiri.


Dipenghujung Kunjungan safari ramadhan Kamis malam (21/4/2021) itu.Sejumlah karpet sajadah,uang tunai sebesar Rp 2 juta dan jam dinding dari Bank Nagari diserahkan kepada pengurus masjid.Sedangkan Bupati Hamsuardi sendiri  menyerahkan Rp 1,5 juta dari dana pribadinya.Kemudian Rp 10 juta dan sejumlah  al-qur'an yang berasal dari Pemerintah Daerah Pasaman Barat.[]


(red)