Nagari Air Bangis Intensif Himpun Data, terkait SDGs -->

Nagari Air Bangis Intensif Himpun Data, terkait SDGs

Monday, 12 July 2021




Pasaman Barat, andalasrayanews.com, Pemerintah Kenagarian Air Bangis, sedang intensifnya menghimpun validasi data masyarakat, untuk melaksanakan program SDGs, berbasis data yang akurat , yang mana SDGs diharapkan akan menjadi acuan Rencana Pembangunan Jangka Panjang RPJP nantinya.

Hal tersebut dijelaskan Wali Nagari Air Bangis Hadi Darmawan SE, melalui Sekretaris Nelvia Warman didampingi Kasi Kesra Zaiman ST, dalam kesempatan, ketika awak media menyambangi kantor Wali Nagari Air Bangis.

Zaliman ST, menjelaskan, awalnya

 SDGs Desa belum terdengar di desa atau Nagari, Jangankan SDGs Desa, SDGs saja desa belum tentu tahu. Namun bukan berarti desa belum melakukan program kegiatan yang sesuai SGDs Desa. Desa hanya belum memahami kalau itu bagian indikator SDGs Desa, katanya.


SDGs (Suistanable Development Goals) Desa merupakan pembumian SDGs (global) dengan menambahkan poin kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif. SDGs sendiri menjadi konsep pembangunan berkelanjutan bangsa-bangsa yang menjadi anggota PBB, termasuk Indonesia, sampai 2030. SDGs ini menggantikan MDGs (Millenium Development Goals) yang telah berakhir pada 2015. 

Komitmen Indonesia dalam melaksanakan SDGs ditegaskan dalam Perpres No 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Nasional Berkelanjutan. Kontekstualisasi SDGs dalam SDGs Desa ada pada delapan belas tujuan pembangunan berkelanjutan desa. Menurut A. Halim Iskandar (2020), SDGs Desa dapat dilihat pada dua aspek. 

Pertama, aspek kewargaan. Ini ada pada SDGs Desa nomer 1-6. yakni, Desa Tanpa Kemiskinan, Desa Tanpa Kelaparan, Desa Sehat dan Sejahtera, Pendidikan Desa Berkualitas, Keterlibatan Perempuan Desa, dan Desa Layak Air Bersih dan Sanitasi.



Kedua, aspek kewilayahan. Ini ada pada SDGs Desa nomer 7-18. Yakni, Desa Berenergi Bersih dan Terbarukan, Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata, Infrastruktur dan Ekonomi Desa Sesuai Kebutuhan, Desa Tanpa Kesenjangan, Kawasan Pemukinan Desa Aman dan Nyaman, Konsumsi dan Produksi Desa Sadar Lingkungan, Desa Tanggap Perubahan Iklim, Desa Peduli Lingkungan Laut, Desa Peduli Lingkungan Darat, Desa Damai Berkeadilan, Kemitraan untuk Pembangunan dan Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif.

SDGs Desa menjadi rambu-rambu bagi desa agar bisa membangun desa sampai generasi mendatang, tanpa mengingkari hak asal usul (rekognisi) dan kewenangan skala lokal desa (subsidiaritas). Tidak harus delapan belas tujuan harus dicapai semua dalam satu waktu. Setiap desa mempunyai kondisi geografis dan sosial masyarakat yang berbeda. Desa bisa memilih prioritas SDGs Desa mana yang sesuai kondisi. Prioritas harus mengacu pada perencanaan desa, baik di Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa.

Pemerintah Desa tak perlu merasa alergi meskipun SDGs Desa bukan konsepsi bersama dari desa. Ini justru membantu desa dalam mengarahkan pembangunan desa. SDGs Desa juga bisa menjadi alat pindai apakah ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam pembangunan desa. Bisa jadi yang tertinggal itu kelompok marginal seperti kaum difabel, orang jompo, anak yatim, fakir miskin, dan lainnya. SDGs Desa memastikan no one left behind (tidak ada seorang yang tertinggal) dalam pembangunan desa.

Saat ini desa bisa membuat pemetaan program kegiatan desa. Program kegiatan yang ada di belanja desa baik bidang pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, penyelenggaraan pemerintahan, pemberdayaan dan penanggulangan bencana/mendesak desa, bisa dikelompokkan ke dalam delapan belas tujuan SDGs Desa. Adakah program kegiatan yang terlewat atau tidak. Tentu pemetaan ini harus didukung basis data yang terverifikasi. Setelah klasifikasi maka bisa difokuskan SDGs Desa mana yang mendesak dan penting segera dilakukan.

Kita berharap masyarakat memberikan data yang akurat, sehingga kita benar benar, dapat merasakan manfaat SDGs ini, berbicara tentang SDGs ini, saya sangat antusias dan optimis, kemajuan Pembangunan akan tercapai maksimal, tambah,  Zaiman ST.


(*Win)