LSM Pelindas Sorot Proyek Preservasi Padang Sawah - BTS Sumut -->

LSM Pelindas Sorot Proyek Preservasi Padang Sawah - BTS Sumut

Sunday, 15 August 2021


Ketua LSM Pelindas M. Bisri Batubara


PASAMAN BARAT, andalasrayanews.com - Pelaksanaan proyek preservasi jalan nasional Padang Sawah - BTS Sumut, senilai kurang lebih 6.949.440.500 miliar bersumber dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2021, diduga terkesan asal jadi dilakukan rekanan dan penanggungjawab proyek atau PPK.


Ketidak beresan pelaksanaan preservasi jalan tersebut, menyebabkan kondisi dibeberapa badan jalan tersebut mengalami kerusakan hebat dan membahayakan pengguna jalan.


Sebagai bukti, dari hasil penelusuran awak media ini, selama sepekan terakhir di sepanjang badan jalan tersebut. Pekerjaan preservasi yang dikerjakan PT. Anugrah Tripa Raya (PT. ATR) selaku kontraktor pelaksana alias rekanan, sudah banyak yang rusak.

Seperti dikatakan Ketua LSM Pelindas Pasaman Barat, M. Bisri Batubara, mengaku kesal atas ulah rekanan yang mengerjakan proyek yang diduga asal jadi tersebut. Ia berharap kepada dinas terkait agar pihak rekanan dan pelaksana kegiatan agar benar-benar bekerja dengan sebaik-baiknya.

Menurutnya, tak sedikit omelan warga setempat menunjukan bahwa pekerjaan proyek preservasi jalan Nasional itu, sudah menjadi bahan pembicaraan masyarakat setempat, akibat pekerjaan preservasi jalan tersebut dikerjakan asal-asalan oleh kontraktor pelaksana.

Ia juga tidak menampik minimnya pengawasan yang dilakukan pihak Satker PJN Wilayah Sumbar, sehingga ia menduga rekanan dan PPK diduga ada main mata terkait proyek tersebut.


"Selaku ketua lsm dan warga, kami berharap agar kualitas jalan ini bagus dan tahan lama untuk dinikmati pengguna jalan. Mari kita sama-sama kita kawal pengawasannya kedepan agar pekerjaannya bermutu bagus," katanya.

Baru dikerjakan sudah banyak yang rusak, seperti di tanjakan Batang Lapu, aspalnya sudah rusak, sehingga mengganggu pengendara saat melintas diwilayah itu. Padahal dikerjakan dalam tahun ini juga.

"Kita tidak tau, apakah pekerjaan sudah serah terima atau belum. Tapi yang jelas jalan itu sudah rusak dan ini tanggung jawab siapa lagi untuk memperbaikinya," tegas Bisri.

Setelah dicoba menghubungi pihak kontraktor, tidak ada di pekerjaan proyek tersebut.

(Red)