-->

MEDIA NETWORK

Iklan

Dua Proyek Rehabilitasi SMKN 1 Sasak DidugaTerancam Putus Kontrak

Sunday, 21 November 2021, November 21, 2021 WIB Last Updated 2021-11-20T19:34:00Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini





PASAMAN BARAT, andalasrayanews.com - pelaksanaan proyek rehabilitasi SMK N 1 sasak ranah pasisia di sinyinyalir putus kontrak.



Kegiatan rehabilitasi dan pembangunan SMKN 1 Sasak Ranah Pasisia,Nagari Sasak. Kecamatan ranah pasisia. Kabupaten pasaman barat yang di kerjakan oleh tiga perusahaan sekali gus sebagai penyedia jasa yakni : CV.MELATI KURAI dengan nomor kontrak ; 420,02/1921/PSMK - DAK/2021,dan nilai kontrak Rp = 2,910,146,195.00 Anggaran dana FISIK REGULER SMK sementara tanggal pelaksanaan 23 juli 2021 seratus dua puluh hari kalender.



Sedangkan perusahaan penyedia jasa lainnya CV. HARVI PRATAMA, Nilai kontrak Rp : 3,228,472,225,66 dan kontrak : 420.02/2053/PSMK - DAK 2021 dan tanggal kontrak 29 juli 2021 seratus dua puluh hari kalender juga dari dana FISIK REGULER SMK.



Namun kedua perusahaan tersebut di duga akan berakhir dengan putus kontrak dan tidak mampu menyelesaikan kegiatannya seratus persen sesuai kontrak kerjanya.



Meskipun pelaksanaan di lapangan di terkesan lamban namun pihak perusahaan terkesan seakan tidak punya kendala kegiatan berjalan seperti biasa saja, 



Saat di konfirmasi kepada pelaksana di lapangan yang bernama Yori sabtu 20 / 11 / 2021.
Terkait dengan keterlambatan pelaksanaan di lapangan yang tinggal beberapa hari saja masa berakhir kegiatan.



'Yori mengatakan bahwa masih ada waktu ( 10 ) sepuluh hari lagi masa pelaksanaan sedangkan bobot pekerjaan yang sudah terlaksana sudah memcapai 95% katanya.



Sementara ketika awak media melakukan investigasi di SMKN 1 tersebut, terlihat serta diduga bobot volume pekerjaan belum mencapai 95 persen.
Kemudian penggunaan material bangunan diduga kuat tidak sesuai kualifikasi dengan spesifikasi kontrak.

Pemasangan bahan material atap bangunan yang di gunakan dengan dua jenis, yakni kerangka bajaringan dan sebagian memakai kayu, hal ini di nilai sangat janggal dan  terkesan tidak punya perencanaan spekikasi yang matang dan ketetapan material yang harus di pasangkan.



Mengingat dan menimbang untuk rehabilitasi SMKN 1 sasak ranah pasisia yang berdiri bangunan di pinggir pantai, seyogyanya harus memiliki penggunaan sfek material yang berkwalitas apalagi untuk penggunaan meterial di bagian atas atau atap bangunan.



Bangunan yang berdiri di dekat dengan pantai sangat rentan tantangannya hantaman angin atau badai, apabila pemakaian sfeknya kurang berkwalitas sudah bisa di di pastikan tidak akan bertahan lama, bila di lihat material baja ringan yang di  gunakan hanya bermerk Spiro yang seharus di pakai merk Taso.



Di bagian bangunan yang lain memakai rangka kayu, yang lebih janggalnya kayu yang di gunakan di campur dengan kayu  bekas bukan semuanya kayu baru,
Hal ini di tanggapi oleh Yori bahwa bila semua di pakai kayu yang baru sudah tak ada anggarannya lagi pungkas yori.



Bila di telaah apa yang di sampaikan yori, hal ini memberi kesan bahwa proyek SMKN 1 sasak Ranah pasisia, tidak punya perencanaan yang matang.



Dilain hal yang di sampaikan rido sebagai pelaksana kegitan satu paket lagi, saat di kompermasi masyalah waktu pelaksanaan hampir habis, Rido katakan bahwa waktunya masih panjang, karna ada adendum waktu dari pengawas ulasnya



Rido mengatakan bahwa masa pelakasanaan sampai desember sebutnya, meskipun sesuai plank merk yang terpasang menunjukan mulai tanggal kegiatan terhitung dari tanggal 29 juli 2021 dan berakhir tanggal 29 november 2021 namun Rido tetap berkilah saat di komfirmasi oleh media ini.




Rido memgatakan bahwa keterlambatan ini di sebabkan oleh keadaan cuaca ulasnya, karna kendala kondisi di  lapangan yang membuat pekerjaan kadi lamban saat hujan sering banjir dan kami tidak bisa melakukan kegiatan justru itu pengawas proyek ini memberikan kami perpanjangan waktu pelaksanaan ( Adendum ) waktu pungkas Rido.



Bila di lakukan adendum waktu oleh pengguna jasa terhadap penyedia jasa seharusnya harus telah mencapai bobot volume kegiatan telah mencapai 90 % namun berdasarkan di nilai secara kasat mata oleh media ini di duga kegiatan yang sudah terlaksana lebih kurang 50% namun dalam penilaian ini kita masih memantau kesepakatan penyedia jasa dengan pengguna jasa untuk selanjutnya kita nanti hal itu.

( yulisman )
Komentar

Tampilkan

Terkini