-->

MEDIA NETWORK

Iklan

Penindakan Atas Barang Asal Kawasan Bebas Batam Diangkut Kapal Kayu Tanpa Nama, Oleh Bea Cukai Tanjung Pinang

Tuesday, 22 February 2022, February 22, 2022 WIB Last Updated 2022-02-22T10:06:39Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini




Tanjungpinang, andalasrayanews.com.. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memiliki fungsi utama sebagai Revenue Collector, Community Protector, Trade Facilitator dan Industrial Assistance berperan 

penting dalam mengamankan hak-hak negara, mencegah terjadinya kebocoran penerimaan negara, mencegah masyarakat terhadap masuknya barang yang tidak memenuhi standar, menciptakan iklim perdagangan yang kondusif, mencegah terjadinya perdagangan ilegal, serta 

melindungi industri dalam negeri dari masuknya barang-barang secara ilegal. 


Sejalan dengan 

fungsi utama tersebut, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai TMP B Tanjungpinang

sebagai unit vertikal di bawah Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau turut berupaya melaksanakan pengawasan di sektor kepabeanan dan cukai yang dilakukan secara berkala.


Pada hari Jumat, tanggal 18 Februari 2022 Bea Cukai Tanjungpinang berhasil mengamankan sebuah kapal kayu tanpa nama yang memuat barang campuran asal Kawasan Bebas Batam tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan. 


Dalam kejadian tersebut, kapal kayu (pompong) tanpa nama beserta muatan (barang campuran) diatasnya yang dibawa oleh HR (42 tahun) selaku nahkoda 

kapal berhasil diamankan oleh satuan petugas patroli laut Bea Cukai Tanjungpinang di wilayah perairan Lobam, Bintan sekitar pukul 08.20 WIB.


Kronologi penindakan berawal dari tim Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Tanjungpinang

sedang melakukan Patroli Laut (berdasarkan Surat Perintah Nomor PRIN-26/KBC 0402/2022)

dengan menggunakan kapal BC 15003 di wilayah Perairan Lobam-Tanjung Uban. 


Pada saat tim 

melakukan pengawasan, didapati 1 (satu) kapal kayu tanpa nama melaju dari arah Batam menuju perairan Lobam. 


Selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan terhadap kapal kayu tanpa nama tersebut dan didapatkan hasil bahwa atas kapal kayu tanpa nama merupakan sarana pengangkut yg membawa barang campuran asal Kawasan Bebas Batam tanpa dilengkapi dokumen 

kepabeanan.


Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan wawancara singkat kepada Sdr. HR selaku nakhoda 

diketahui bahwa kapal kayu (pompong) tanpa nama tersebut membawa barang campuran dari 

Batam melalui Pelabuhan Punggur tujuan Pelabuhan Gentong Tanjung Uban tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan. 


Tim P2 Bea Cukai Tanjungpinang segera melakukan penyegelan dan 

penegahan terhadap sarana pengangkut dan barang diatasnya kemudian dibawa ke KPPBC TMP 

B Tanjungpinang.


Dugaan sementara pelanggaran yang dilakukan adalah bahwa terperiksa diduga melanggar pasal 

30 ayat (1) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34 Tahun 2021 tentang Pemasukan dan Pengeluaran Barang ke dan dari Kawasan yang Telah Ditetapkan Sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas yang berbunyi “Pemasukan barang ke Kawasan Pabean atau Tempat Lain dengan tujuan untuk dikeluarkan dari Kawasan Bebas sebagaimana dimaksud dalam pasal 28

ayat (1), wajib disampaikan dengan Pemberitahuan Pabean ke Kantor Pabean.” 


Terkait hasil penindakan yang masih dalam dugaan tersebut akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

( Tim )

Komentar

Tampilkan

Terkini