-->

MEDIA NETWORK

Iklan

Advokat Punya Kemampuan dan Dipercaya Oleh Kliennya ( Masyarakat pencari keadilan)

Wednesday, 2 March 2022, March 02, 2022 WIB Last Updated 2022-03-02T14:30:04Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini




Oleh : Fitriyanti Hasibuan, S.H.,M.H.

Korwil Peradi Banten.



Jakarta, 1 Maret 2022.

Judul tersebut saya tertarik untuk menulis dalam artikel singkat dan terbatas pada media " Advokat harus punya kemampuan & Dipercaya oleh Klien ( Masyarakat Pencari Keadilan ).


Advokat itu adalah penegak hukum yang setara dengan : Polisi, Jaksa, Hakim dan Pembina Nara Pidana Lembaga Pemasyaratan ( Pancawangsa) yang dulu hanya 4 dikenal Caturwangsa, dimana Advokat dalam Undang-Undang  Advokat No.18 Tahun 2003 dalam Pasal 1 Advokat adalah orang yang berprofesi memberi jasa hukum,baik di dalam maupun diluar Pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan Undang-Undang.


Advokat harus punya kemampuan.


Seorang Advokat di tuntut punya kemampuan baik teori maupun praktik, dia harus banyak membaca buku-buku hukum, wajib dan buku penunjang berkenan dengan perkara ysbg ia tangani, dia jug harus pandai memainkan peranan di semua tingkatan proses  hukum seperti pendamping di tingkat kepolisian mendampingi Tersangka, Terdakwa dan Terpidana baik tingkat proses BAP, tingkat Kejaksaan dan sampai di sidangkan di Pengadilan Negeri begitu juga mendampingi Tersangka di periksa di KPK, begitu juga kasus Perdata, Tata Usaha Negara dan Kepailitan.



Peran Advokat tidak hanya kuasa hukum bidang Litigasi tetapi Non Litigasi

Harus di kuasa bagaimana dia harus punya strategi memenangkan dan mempertahankan hak-hak kepentingan kliennya.


Advokat harus dapat di percaya klien ( Masyarakat pencari keadilan )


Karena Advokat kuasa hukum kliennya ( Masyarakat pencari keadilan ) di tuntut seorang Advokat harus dapat dipercaya sebagai pelayan hukum jika tidak Advokat bisa cemar profesinya dan akan di tinggalkan oleh klienya ( Masyarakat pencari keadilan ) yang lebih Vatal lagi Surat Kuasa di cabut tidak puas dengan pelayanan kliennya, bahkan bisa mengarah sikap dan perbuatannya pelanggaran kode etik profesi.


Dengan demikian seorang Advokat harus  punya kemampuan dan dipercaya klien ; masyarakat pencari keadilan harus menjalankan profesi ini secara proforsional dan profesional sejalan dengan Advokat profesi mulia ( Officio Nobilla ) 


Penulis juga Dosen Tetap STIH Painan Banten dan berbagai PTS du Wilayah Banten semoga ada manfaat nya.

Komentar

Tampilkan

Terkini