-->

MEDIA NETWORK

Iklan

Tinjauan Undang Undang Advokat Dari Presfektif dan Harapan Kedepan?

Wednesday, 16 March 2022, March 16, 2022 WIB Last Updated 2022-03-16T01:51:59Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini




Oleh : Asistant Profesor, Mohammad Mara Muda Herman Sitompul, S.H., M.H.*


Wasekjen DPN Peradi, Wasekjend DPP Ikadin, Dosen Tetap Fakultas Hukum & Sosial, Universitas Mathla'ul Anwar- Banten.


Pendahuluan.

    " Bahwa Negara Republik Indonesia, sebagai negara hukum berdasarkan Pancasila dan Undang-Indang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun.1945, bertujuan mewujudkan tata kehidupan bangsa yang sejahtera, aman, tenteram,tertib dan berkeadilan, bahwa kekuasaan kehakiman yang bebas dari segala campurtangan dan pengaruh dari luar, memerlukan profesi Advokat yang bebas, mandiri dan peradilan yang jujur, adil dan memiliki kepastian hukum bagi semua pencari keadilan dalam menegakkan hukum, kebenaran,keadilan dan hak asasi manusia, bahwa Advokat sebagai profesi yang bebas, mandiri, dan bertanggungjawab dalam menegakkan hukum dan dilindungi oleh Undang-Undang demi terselenggaranya upaya penegakan supremasi hukum.


Untuk itu Advokat adalah salah satu 4 pilar  penegak hukum yang setara dengan Polisi , Jaksa dan Hakim ( Catur wangsa ) sekarang dinperluas dengan Lembaga Pemasyarakatan ( Pancawangsa ) Wajib di tata dengan baik  sesuai dengan Undang-Undang Advokat Nomor 18 Tahun 2003 terlepas dari segala kekurangannya sebagai karya anak bangsa  kita harus bangga jadi Advokat baru sekarang kita punya Undang-Undang Advokat kita tertinggal dengan kepolisian, kejaksaan dan kehakiman hal mana amanat Undang-Undang ini bentuk organisasi " Single Bar "  nyata nya secara de facto mau sebagian Organisasi diluar Peradi mendorong  " Multi Bar " ini semua karena perpecahan 3 Peradi yang ada sejak 2015 sd sekarang ada pula diluar sana memakai kalimat Peradi beda warna- warninya patut di sesalkan saya termasuk pelaku Sejarah sejak Pengacara Praktik 1993 dan Advokat 1998 sudah mengabdikan diri terjun di Organisasi Ikadin sd Peradi saya cukup maklum pada waktu itu maksud dan tujuan Ketua MARI mengeluarkan Surat 073 Tahun 1915 tersebut ...akan mengambil sumpah Calon Advokat di Pengadilan Tinggi tidak melihat latar belakang organisasi darimana, bila kita kaji dari segi hukum jekas bertentangsn dengan Hukum dan Perundang-Undangan peraturan yang lebih rendah harus tunduk pada peraturan yang lebih tinggi itu azas perundang- undangan secara hukum ketatanegaraan.


Il.Harapan Kedepan Organisasi Advokat?


Tentu ideal nya harus bersatu dulu Peradi baru memikirkan Organisasi diluar Peradi mau tidsk msu kalau mau aman harus mengakomodir semua dan diakui dan baru bisa kembali tetap mempertahanksn Organisasi " Single Bar "

Ada solusi lain untuk mempersatukan dan memperkuat revisi Undang - Undang Advokat Nomor 18 Tahun 2003 cuman memakan waktu yang lama jalur Legislatif Reviwu, kecuali ada hal mendesak beberapa pasal untuk kesempurnaan Yudicial Reviwu.


Demikian tulisan sederhana dan singkat ini semoga ada manfaat demi Advokat Indonesia yang berkwalitas dan lebih baik.

Komentar

Tampilkan

Terkini