-->

MEDIA NETWORK

Iklan

Viral Dimedsos Pertashop SPBU Mini Kantongi Izin Lengkap di Kampung Tanah Kuning Kijang Kota Bintan Timur, Dapat Penolakan Warga Sekitar, Ada Pa ?

Saturday, 23 April 2022, April 23, 2022 WIB Last Updated 2022-04-23T05:18:37Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini





Kepri,andalasrayanews.com.Tengku mengatakan SPBU mini ini juga bisa menggerakan ekonomi di sekitar karena aktivitas produksi dan distribusi masyarakat bisa jadi Lebih mudah, cepat dan efisien. Ucapnya.


Tengku mewakili Sarifudin selaku Direktut Perusahaan CV Ridho Jaya energi, Gelar konfrensi pers terkait Pemberitaan yang sempat Viral di Media Sosial beberapa hari lalu terkait pembangunan Pertashop di Kampung Tanah Kuning kijang kota Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan yang mendapat penolakan keras oleh warga setempat. 


"memang belakangan ini merasa sangat serius oleh beberapa kalangan masyarakat yang tidak bertanggung jawab memberikan statement nya kepada beberapa media yang tanpa melibatkan kami sebagai narasumber Bagaimana kronologi apa yang kami bangun dan apa yang kami cita-citakan untuk kepentingan masyarakat terutama masyarakat Kijang Bintan Timur"Ucapnya Jumaat 22/4/2022. 


Ia menyampaikan bahwasanya Salah satu program dari pada Menteri Dalam Negeri (Tito karnavian) untuk mempermudah akses SPBU besar di tengah-tengah kota yang jaraknya jauh sehingga dibangunlah sebuah Pertashop mini. 


sistemnya adalah sistem perizinan OSS secara online legal bagi yang ingin membuat suatu usaha Pertashop pertamini yang sifatnya sama dengan penjual minyak bensin eceran di tempat-tempat seputaran kota. Dan tentu dibuat dengan satu analisa Pertamina, 


"mulai dari sisi perizinan lokasi layak tidaknya, melalui perizinan perizinan ini maka Terbitlah perizinan pertashop Pertamina" (Tim)


Nah dengan berita yang mengupas bahwasannya masyarakat menolak hal tersebut tentu menjadi tanda tanya "masyarakat yang mana yang menolak, Apakah ini menyangkut saudara yang bertetangga dari pada lingkungan terdekat" 


Dalam pemberitaan tercantum tanda tangan masyarakat 18 orang diantaranya satu laki-laki dan 17 ibu-ibu 


"berharap kawan kawan Media berdirilah dengan melihat fakta apa yang sebenarnya terjadi sehingga ada tidak kepuasan bagi diri kami yang merasa sangat sangat terdzolimi sampai detik ini karena disatu sisi menyudutkan kami dengan rasa tidak melihat wacana apa yang seharusnya menjadi narasumber sampaikan" 


Sehingga pada tanggal 14 Camat mengundang RT RW, Kapolsek, Bhabinkamtibmas, pihak Polres, ptsp, tokoh-tokoh lainnya, masyarakat yang mengeluh tersebut tidak hadir satu pun. 


"Jadi wacana dalam hal yang sifatnya Mediasi ataupun sosialisasi dan memberikan edukasi tidak bisa terealisasi, kamipun menyampaikan kepada Pak Camat untuk bisa mengundang kembali" 


Ia menjelaskan, yang paling terberat dalam hal itu adalah ada sesuatu yang sebelum diangkat di dalam pemberitaan muncul semacam media sosial di grup-grup yang ada di Bintan, mengatakan bahwasanya menjastis sesuatu untuk undang-undang yang digunakan hanyalah undang-undang peraturan ESDM maupun PUPR tentang bahu jalan 


"menurut saya Undang Undang yang di sampaikan itu kurang tepat karena bunyinya itu lebih kepada minyak dan LPG diperuntukan hanya untuk SPBU bukan Pertashop, Jadi tentu tidak ke ranahnya apa yang kami lakukan dan bangun sekarang ini" 


Selanjutnya undang-undang yang kedua yang disampaikan dalam pemberitaan tersebut menyangkut jalan dari PU. 


"secara fakta bangunan itu belum ada memakan bahu jalan, sesuai ketentuan ketentuan dasar yang sudah melalui proses izin dari Pertamina. karena, Pertamina ketika melakukan izin pasti proses dan mengecek lapangan layak atau tidaknya. setelah layak baru pertamina mengeluarkan izinnya" 


Berharap kepada masyarakat yang ada di sana agar bisa dapat memahami hal ini, dan jangan terlalu mudah untuk terprovokasi yang sifatnya masih dalam tahap proses" Pungkasnya. (Tim)

Komentar

Tampilkan

Terkini